Bandar Togel Online Terpercaya - Penyerang Argentina Lionel Messi acap kali dibandingkan dengan Diego Maradona. Eks penggawaAlbiceleste Diego Simeone berpendapat bahwa kedua pemain itu tak bisa dibandingkan.
Messi tampil luar biasa saat membela Barcelona. Sebanyak 24 trofi sudah dia sumbangkan sejak membela tim senior Los Cules dari tahun 2004.
Kehebatan Messi di Barca sudah mendapatkan pengakuan. Dia mendapatkan anugerah FIFA Ballon d'Ortiga kali berurutan sejak tahun 2010.
Tapi, Messi belum bisa menyumbangkan piala untuk Argentina. Di Piala Dunia 2014 lalu, dia cuma mampu membawa tim Tango menjadi runner up.
Sementara itu, Maradona yang tak banyak memenangi trofi saat membela Napoli dan Barca, bisa mengantarkan Argentina menjadi juara dunia pada tahun 1986. Oleh karena itu, ada tantangan untuk Messi agar bisa membawa Argentina juara, agar layak disebut sebagai pemain terbaik dunia.
Soal pembandingan Messi dengan Maradona, Simeone kurang setuju. Sebabnya, mereka tidak bermain pada posisi yang sama.
"Messi merupakan pemain nomor satu (di dunia). Tak ada pemain lain yang mendekati (dia) di hari ini," tegas Simeone di Tyc Sports.
"(Messi dan Maradona) bermain di era yang berbeda dan posisi yang berbeda. Messi lebih bayak bermain sebagai striker, sementara Diego bermain di semua bagian lapangan."
"Tak adil (membandingkan mereka) karena itu hanya membuat kontroversi. Tapi, dalam perdebatan ini mereka merupakan dua pemain hebat. Anda tak bisa membandingkan dua pemain hebat ini," imbuhnya.
Betting Online Terpercaya - Simon Mignolet mengaku siap membantu Divock Origi untuk beradaptasi di Liverpool. Dia juga yakin Origi punya potensi dan kemampuan untuk jadi andalan The Reds.Origi akan memperkuat Liverpool mulai musim depan. Dia sebenarnya telah dibeli dari Lille sejak tahun lalu, tapi langsung dipinjamkan lagi ke klub Prancis itu selama semusim.Performa Origi pada musim lalu tak bisa dibilang istimewa. Striker asal Belgia itu hanya membukukan sembilan gol dalam 44 pertandingan bersama Lille.Meskipun demikian, Mignolet yakin Origi akan bersinar di Liverpool. "Dia masih muda, tapi di sisi lain dia juga cukup berpengalaman karena telah bermain di Ligue 1 di Prancis dan bersama timnas Belgia," ujar Mignolet seperti dikutipMirror."Dia punya skill mumpuni, dia cepat dan bisa mencetak gol, dia mau bekerja untuk tim dan memberi tekanan ke pertahanan lawan," lanjutnya."Dia memiliki sikap yang bagus, jadi apa lagi yang Anda inginkan? Saya tak sabar menantikan dia bergabung," kata Mignolet.Sebagai sesama pemain dari Belgia, Mignolet akan membantu Origi dalam menyesuaikan diri dengan sepakbola Inggris."Saya ingat dulu ketika masih muda dan pertama kali datang ke Inggris, penting memiliki seseorang seperti Bolo Zenden di Sunderland. Dia bicara dengan bahasa yang sama dengan saya," ujar Mignolet."Saya selalu siap untuk melakukan hal itu dengan siapapun yang datang ke tim, dan tentunya karena Divock orang Belgia harusnya itu membantu dia," imbuhnya."Di waktu sebelumnya, saya telah membantu beberapa orang karena saya bicara dalam beberapa bahasa dan saya tahu ketika Anda masuk ke sebuah tim baru dan sebuah negara baru, adaptasi tak selalu mudah," tutur Mignolet."Saya juga senang punya seorang kompatriot yang akan masuk ke tim. Itu berarti saya tak lagi menjadi satu-satunya orang Belgia," katanya.
Agen Casino Online Terpercaya - LeBron James kembali harus gigit jari. Superstar basket itu mesti menunggu lagi untuk bisa membawa Cleveland Cavaliers menjadi kampiun NBA.Pebasket berusia 30 tahun itu meninggalkan Miami Heat pada akhir musim lalu. LeBron lantas kembali ke bekas klubnya, Cavaliers, dengan ambisi untuk menambah koleksi cincin juaranya sekaligus mempersembahkan trofi juara untuk kali pertama dalam sejarah klub.Sayang sekali, misi LeBron tertunda lagi. Pada Rabu (17/6/2015) siang WIB, Cavaliers digebuk Golden State Warriors 97-105 di gim keenam Final NBA. Kekalahan ini memastikan Warriors tampil sebagai juara dengan keunggulan 4-2 dalam sistem best of seven.Di final series ini, LeBron tampil begitu luar biasa dengan mencatatkan rata-rata 35,8 poin per pertandingan, 13,3 rebound, dan 8,8 assist. Namun, cederanya Kyrie Irving dan Kevin Love bisa dibilang membuat beban LeBron terlalu berat."Ketika Anda gagal memenuhi target, maka rasanya jelas menyakitkan dan itu membuat Anda down, dan menyakitkan bagiku mengetahui bahwa aku berharap aku bisa melakukan yang lebih baik lagi dan berusaha lebih keras lagi atau apapun itu yang bisa membuat kami juara," ujar James seusai pertandingan."Aku jadi mulai (berpikir), lebih baik tidak lolos ke playoff daripada kalah di Final. Itu menyakitkan sekali," sambung dia di Reuters.LeBron sempat menghabiskan tujuh musim pertama kariernya bersama Cavaliers, klub di kampung halamannya sendiri. Selama era LeBron, Cavs tiga kali maju sampai semifinal Wilayah, sekali maju ke final Wilayah, dan sekali kalah di Final NBA pada 2007 usai ditundukkan San Antonio Spurs 4-0.Peraih empat gelar MVP dan dua kali MVP Finals itu kemudian hengkang ke Miami pada 2010. Selama empat tahun di sana, James membawa Heat maju ke final NBA empat musim beruntun dan menghasilkan dua titel juara NBA pada 2012 dan 2013 sebelum akhirnya kembali ke Cavaliers pada 2014.